Menanti Senja di balik Wat Arun, Bangkok

Sometimes a rough holiday makes the best memory. -Allyson-

Senang Senang Yuks

Sudah lama sekali rasanya tidak bercerita tentang perjalanan kami di media ini. Tiba-tiba ingin bercerita tentang suatu senja di Bangkok, dalam perjalanan kami di awal tahun ini (gak terasa yah, sudah dipenghujung tahun). Cerita pertama kami dari perjalanan ke Bangkok mungkin diawali dengan hal yang tak menyenangkan, tentang beberapa penipuan yang kami alami, mungkin itu diawali dengan rasa terhina karena bisa tertipu dan tak berdaya. Tetapi sebenarnya perjalanan ke Bangkok waktu itu juga banyak yang menyenangkan dan mengesankan (ah, bukan seharusnya setiap perjalanan begini yah), salah satunya suatu sore yang membekas di hati dan ingatan dari perjalanan di Bangkok.

Saat itu, kami memutuskan untuk memperlambat pergerakan dan berdiam diri sambil merenggangkan otot setelah melewati sehari penuh berjalan keliling ke berbagai kuil yang bertebaran di kota Bangkok dan sehari sebelumnya melalui perjalanan panjang dan meletihkan melewati batas antara Kamboja dan Thailand. Hari itu kami berencana untuk mengakhiri penjelajahan kuil di Wat…

View original post 388 more words

Advertisements

3 thoughts on “Menanti Senja di balik Wat Arun, Bangkok

    1. Andine!
      Apa kabarmu?
      lama gak ngobrol kita.
      Iya, tempat duduknya emang cantik, ini tempat gak sengaja nemu, dan gak mengecewakan (apa ada di guide list, tapi kami terlewat yah?)
      Dan makanannya gak terlalu mahal untuk ukuran tempat yang begini. πŸ˜€

Feel free to drop your thought...Thank you \^o^/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s