Once Upon A Time at Shibuya

Ah, kali ini pake bahasa Indonesia dulu. Bukan EYD pastinya karena aku selalu lemah di situ. Cerita kali ini, masih terinspirasi dari group chat Seoul. Iya, aku tau aku susah move on, bahkan cenderung gak mau move on. Kali ini bukan cerita dari Seoul, tetapi di negara tentangganya, Jepang, tepatnya di Shibuya. Lebih tepatnya lagi cerita tentang suatu hari di musim semi, saat aku dan Liz, juga para teman cowok mengikuti lautan manusia yang memadati ‘Shibuya Crossing’, penyeberangan yang terpadat di dunia di tahun 2013 silam.

20130428_172618Ikutan memadati arus penyeberangan di “Shibuya Crossing” memang membuat aku dan teman-teman jadi norak-norak bergembira saat itu, muka kami bahagia dan selalu senyum sumringah. Ternyata seperti itu rasanya menjadi bagian dari keramaian yang terkenal di dunia (atau kami saja yang jadi bahagia norak?).

Nah, saat lagi sibuk norak-norakan, sambil berfoto dan tetap menyebrang jalan karena tidak mau tertabrak, ternyata mataku yang indah dan awas ini tetiba menangkap sesosok pria yang menurutku saat itu ‘lucu banget’ tepat di depan kami. Seperti biasa (kata Liz aku kebiasaan begini) dengan spontan aku menjerit tertahan,

”Liz, ada abang ganteng lewat. Jangan sampai lepas dari pandangan.”

Seperti biasa juga, Liz dan lainnya hanya senyum-senyum, yang cowok senyumnya sedikit masam, dan aku tetap cuek. Saat itu dengan baik dan patuh mereka mengikuti langkahku yang tetap seirama dengan abang ganteng (kita sebut saja AG), tetapi selangkah dibelakangnya dan sambil terus mengucapkan berbagai macam kata pujian yang gak jauh-jauh dari menilai fisik AG (yah, emang mainnya fisik giliran di balas pundung, kekekekeke) seperti,

”Ganteng yah, akhirnya ada yang lucu, nah in baru  gw bilang lucu, ini tipe gw, semoga searah, semoga di gerbong yang sama AG.” Terus saja aku berceloteh macam-macam tentang cowok tadi. Mungkin kalo ada sama aku waktu itu, bisa langsung muntah, geulueh (semoga aja pas baca ini puasanya pada gak baal karena emos atau muntah), sampai bisa meriang juga kali. 😀 😀

IMG_0286Saat hampir sampai di gerbang stasiun si AG ini berbalik, mungkin dia sedikit jengah atau selama dikuntit dia merasa dingin-dingin gimana gitu punggungnya, sambil berbalik dia ngomong,

”Dari Jakarta yah?”.

Whhhhhaaaattt? Dalam hati aku berterak bertanya sambil sedikit mengumpat dan malu, wajah merah, berusaha sembunyi di belakang Liz dan gagal karena Liz pastinya tidak bisa menutup aku. Ternyata dia tau bahasa Indonesia dan dia dengar semua dari awal sampai akhir. I’m done. Gitu pikirku. Karena sudah kepalang tanggung, daripada sok-sok sembunyi gagal dan malu tiada hasil karena sudah ketahuan, dengan muka tembok aku jawab,

“Oh iya, kamu orang Indonesia?”

“Bukan, gw dulu tinggal di Jakarta…bla..bla…bla..” yang aku gak terlalu fokus dengar karena tertutup sama malu yang jauh lebih besar. Saat itulah satu-satunya aku berharap tidak segerbong lagi.

Untung punya untung ternyata memang tidak searah, hanya butuh berangkat dari stasiun yang sama. I’m saved.

Itu salah satu dari ribuan pengalaman memalukan saat jalan-jalan. Pernah punya pengalaman yang serupa gak? Atau ada yang lebih memalukan atau buruk?

Advertisements

13 thoughts on “Once Upon A Time at Shibuya

  1. Hahaha… aku jg pernah. Tp berada di posisi yg digunjing. Sama, 2 orang juga. Hanya saja cowo dan cewe. Mereka bukan pasangan sepertinya. Teruss saja ngomongin orang yg lg makan di depannya (aku) menggunakan bhs jawa timuran. Pas udah selesai makan, aku berdiri trus bilang, “mas, mbak, nek ngrasani wong ojo nang ngarep wonge yo.. nang kene uakeh wong jowo lho… heheh”. (mas, mbak, kalo ngomongin orang jgn di depannya ya.. di sini buanyak orang jawa lho) 😀

    1. Wadoooh, ngomongin orang yang gak di kenal gitu yah, payah juga. Pasti kesel2 gimana gitu yah mas diomongin, kenal juga gak. Sabar.
      Habis itu wajah mereka malu gak yah? rasa mau tenggelam gak yah? kkkkkk

    1. Ah sepertinya akan begitu sich, memalukan soalnya. 😀 😀
      Sayangnya gak ada kresek saat itu, kalo ada beneran pake kresek. 😀 😀

Feel free to drop your thought...Thank you \^o^/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s